by

Isu Monopoli Foto Bupati dan Gubernur Menggemparkan Tubaba, Warga Desak Penjelasan

Dinas Pendidikan Tubaba Tegas Menolak

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tubaba, Budiman, mengaku sudah melarang jajarannya terlibat dalam praktik penjualan foto tersebut. Ia bahkan menyebut pernah didesak oleh seorang oknum wartawan berinisial D tersebut, yang mengklaim dirinya sebagai tim sukses sekaligus orang dekat Bupati terpilih.

“Saya beberapa kali dihubungi agar ikut membantu mengkondisikan sekolah-sekolah untuk membeli foto. Tapi saya tegas menolak,” ungkap Budiman.

Upaya oknum tersebut juga dilaporkan menyasar pejabat lain di Dinas Pendidikan serta para pengurus APDESI (Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia) Tubaba, untuk mendorong para kepala tiyuh membeli paket foto dengan harga jauh di atas pasaran.

Padahal, menurut pengakuan pedagang foto resmi, harga satu paket foto pemimpin daerah biasanya hanya berkisar Rp150.000 – Rp200.000. Mereka pun mengeluhkan kehilangan rezeki akibat praktik diduga monopoli tersebut.

LSM dan Masyarakat Siap Laporkan ke Bupati

Merespons polemik yang semakin luas, sejumlah LSM dan Ormas lokal mulai menggalang bukti untuk melaporkan oknum tersebut secara resmi kepada Bupati Novriwan Jaya guna meminta klarifikasi.

“Kami sedang mengumpulkan informasi. Tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan kedekatannya dengan Bupati demi mencari keuntungan pribadi,” ujar Erwin, Ketua salah satu LSM di Lampung, Selasa (17/6/2025).(***)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *