by

Persahabatan Berujung Maut, Remaja 16 Tahun Dibunuh Teman Dekatnya Sendiri, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Dari Ejekan Jadi Eksekusi: Kronologi Pembunuhan Sadis

Motif pembunuhan ini begitu tragis. Hanya karena merasa dihina dan disebut “cari muka”, RKH diduga menyusun skenario pembunuhan terhadap temannya sendiri.

Dalam aksinya, pelaku mengajak korban ke sebuah sungai. Di tempat itulah, ia memiting kepala korban dan menenggelamkannya hingga tak bernyawa. Tidak ada pertengkaran. Tidak ada keributan. Yang tersisa hanya sunyi… dan mayat seorang remaja yang meregang nyawa di tempat seharusnya mereka bermain.

Ini bukan sekadar ledakan emosi sesaat. Ada perencanaan yang jelas. Fakta dari visum, berkas perkara, hingga pengakuan tersangka menguatkan dugaan tersebut,” ungkap Alfa Dera, Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Lampung Tengah, pada Rabu, 28 Mei 2025.

Jaksa Intelijen Dikerahkan, Perlindungan Diperketat

Melihat beratnya kasus dan potensi gangguan, Kepala Kejaksaan Negeri Lampung Tengah, Tommy Adhyaksa Putra, memutuskan turun langsung. Ia menunjuk jaksa dari Seksi Intelijen, Yosua Berlian Rante Allo, sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Kami ingin perkara ini ditangani serius dan profesional. Jika diperlukan, kami akan libatkan TNI untuk pengamanan proses persidangan,” kata Alfa.

Langkah ini diambil sebagai bentuk antisipasi atas potensi ancaman terhadap jaksa, saksi, atau gangguan dalam proses peradilan.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *