Bandar Lampung,cadas.id – Aksi damai mahasiswa pada Rabu, 7 Mei 2025, bukan hanya mendapat perhatian, tapi juga respons terbuka dari pucuk pimpinan Polda Lampung. Kapolda Irjen Pol Helmy Santika menyatakan pihaknya siap menerima kritik dan masukan dari mahasiswa maupun organisasi pemuda sebagai bentuk komitmen transparansi dan perbaikan institusi.
“Saya terbuka untuk semua masukan dan kritik, baik secara pribadi maupun melalui organisasi. Ini menjadi bahan introspeksi kami,” ujar Helmy, Kapolda termuda dari lulusan Akpol 1993 itu.
Helmy menegaskan bahwa Polri di bawah kepemimpinannya akan bekerja secara profesional, prosedural, dan berkeadilan. Ia memastikan bahwa isu-isu yang menjadi sorotan publik, seperti pungutan liar (pungli) dan premanisme, tidak akan dibiarkan berlarut-larut.
“Pungli dan premanisme adalah dua penyakit jalanan yang akan segera kami berantas,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi terhadap gerakan mahasiswa dan organisasi kepemudaan yang tetap aktif mengawal isu-isu publik. Menurutnya, dukungan dan kritik tersebut bukan bentuk perlawanan, melainkan energi untuk membenahi institusi kepolisian.
“Ini adalah dorongan bagi kami di Polda Lampung untuk terus memperbaiki diri,” tandas Helmy.







Comment