“Saksi mengenal terdakwa?” tanya hakim.
“Siap kenal, Komandan,” jawab Wara tenang.
Ketegangan tak terelakkan saat topik beralih ke gelanggang sabung ayam yang konon dikelola Bazarsah dan sempat viral di media sosial. Di luar dugaan, Wara mengaku tak tahu-menahu.
Hal janggal lainnya muncul saat Wara menyebut suara tembakan pertama berasal dari dalam arena. Pernyataan itu bertolak belakang dengan kesaksian saksi lain yang menyebut tembakan berasal dari luar.
Pernyataan itu langsung disambar hakim.
“Informasi gelar gelanggang, sudah viral di medsos. Malah bilang tidak tahu? Masak tidak tahu. Ini bukan soal institusi, kawan, ini soal keadilan!” cetus Kolonel Fredy dengan nada tinggi.
Bukan hanya itu. Hakim juga mempertanyakan prosedur penggerebekan gelanggang yang ternyata dilakukan tanpa koordinasi dengan Polisi Militer atau pihak Kodim padahal, target operasi diketahui merupakan anggota TNI bersenjata.
“Hah, dari dalam? Semua saksi bilang dari luar. Dor-dor, baru Bazarsah ambil senjata dan menembak,” ujar hakim, tampak heran.
Namun Wara tetap pada pendiriannya. Ia bersikukuh bahwa Bazarsah sedang memasang jalu ayam saat tembakan pertama terdengar. Baru setelah itu, ia disebut mengambil senjata dan membalas tembakan.
Meski keterangan Wara dicatat secara resmi, sang hakim menutup sesi pemeriksaan dengan raut kecewa.
“Saudara ini Kanit Reskrim, dari tadi jawabnya enggak tahu terus,” tukasnya sambil menggelengkan kepala.
Sidang dijadwalkan akan dilanjutkan pekan depan dengan menghadirkan saksi-saksi kunci lain. Publik kini menanti, apakah tabir kelam di balik tragedi berdarah ini benar-benar akan terungkap.(***)







Comment