Menurut kesaksian warga, suara teriakan memilukan terdengar dari arah kebun. Beberapa warga sempat hendak menolong, namun langkah mereka terhenti saat melihat sosok hitam besar seekor beruang—mengamuk di lokasi kejadian. Warga yang panik segera mencari bantuan. Namun, ketika mereka kembali, yang tersisa hanyalah tubuh tak bernyawa Mbah Sami, bersimbah luka dan darah. Sang predator menghilang, meninggalkan jejak teror di tengah ladang kopi yang sunyi.
“Beruang itu besar sekali, kami ketakutan. Begitu kami balik lagi ke sana, Mbah Sami sudah meninggal dunia…” ungkap salah seorang warga, dengan mata berkaca-kaca.
Kapolsek Baradatu langsung menerjunkan tim ke lokasi dan meminta keterangan sejumlah saksi. Sementara itu, Kepala BPBD Way Kanan, Supriyanto, mengonfirmasi kejadian nahas tersebut.
“Kami langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung. Hari ini juga, tim BKSDA akan turun ke lapangan untuk menyelidiki lebih lanjut,” ujar Supriyanto kepada wartawan.
BKSDA Lampung menyatakan akan menyelidiki penyebab agresivitas beruang tersebut apakah karena habitat yang terganggu, atau tekanan lain dari lingkungan sekitar. Langkah-langkah mitigasi akan diambil agar tragedi serupa tak kembali terjadi.
Ucapan duka dan doa pun mengalir dari berbagai pihak. Mbah Sami, yang selama ini hidup sederhana dan penuh ketekunan, pergi dengan cara yang memilukan meninggalkan luka dalam bagi keluarga dan masyarakat kampung.(hp/ml/cd)







Comment