“Benar, ini akibat kesalahpahaman antara keduanya yang sama-sama warga Desa Sungai Badak,” ujar Kapolres, Rabu, 18 Juni 2025.
Tragedi bermula dari hal sepele. Malam itu, AD sedang memasang tenda hajatan tarub di sebuah sudut desa. Di tengah aktivitasnya, ia berpapasan dengan LN. Pelaku menanyakan apa yang dibawa korban. Namun, jawaban santai korban yang hanya menjawab “kenape?” justru menyulut bara dalam hati pelaku.
Merasa dilecehkan oleh jawaban singkat itu, LN pulang ke rumah dalam diam. Tapi bukan untuk menenangkan diri melainkan mengambil sebilah pisau.
Ketika AD kembali melintas, tanpa banyak kata, LN menghadangnya. Pisau terhunus. Dan dalam sekejap, senjata itu menembus tubuh AD, tepat di bawah rusuk kirinya.
Tak sempat meminta maaf, tak sempat menoleh, pelaku langsung kabur ke dalam gelap malam, meninggalkan korban bersimbah darah. “Korban kini dirawat di RSUD Ragab Begawe Caram, Brabasan, sementara pelaku masih dalam pengejaran,” lanjut Kapolres.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara. Tapi bagi warga Sungai Badak, malam itu akan terus membekas malam di mana satu kata memicu amarah, dan nyawa hampir melayang.(**/cd/ml)


Comment