by

Proyek Penahan Tebing Dibobol dari Dalam: Satu Tersangka, Siapa Berikutnya?

“Tersangka terbukti menggunakan material di bawah standar dan memangkas volume pekerjaan secara sistematis. Ini bukan sekadar pelanggaran administrasi, ini kejahatan yang bisa membahayakan keselamatan warga,” tegas Ferdy, Kamis (5/6/2025).

Benteng Longsor yang Gagal Menjadi Penjaga

Proyek yang seharusnya menjadi perisai terhadap erosi dan longsor di sepanjang bantaran Sungai Way Ngison, justru berdiri rapuh akibat keserakahan. Berdasarkan hasil penyidikan, kualitas material dan struktur bangunan jauh dari yang dijanjikan dalam kontrak. Bangunan rawan roboh sebelum berfungsi maksimal.

Tak hanya merusak kepercayaan publik, perbuatan AKH juga membuat negara merugi hingga Rp314,7 juta.

Dibalik Jeruji, Proses Hukum Berlanjut

Tersangka kini ditahan di Rutan Mapolres Lampung Barat selama 20 hari ke depan, sebelum nantinya dipindahkan ke Rutan Way Huwi, Bandar Lampung. Kejari juga tengah mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk penyedia jasa dan pejabat pengawas proyek.

“Proyek ini vital. Korupsi dalam pekerjaan seperti ini bukan hanya soal uang, tapi soal nyawa dan keselamatan masyarakat di sekitar bantaran sungai,” tambah Ferdy.

Proses hukum masih terus berjalan. Harapan publik kini tertuju pada aparat penegak hukum untuk mengungkap seluruh jaringan yang terlibat dalam proyek “setengah hati” ini.(***)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *