Hidup Sepi, Mati Misterius
Sudarso diketahui berasal dari Karang Randu, Kabupaten Krobokan, Jawa Tengah. Ia hidup dalam kesunyian, jauh dari keramaian, berteduh di gubuk reyot di tengah hutan. Di kebun kopi inilah ia menggantungkan hidup, bersama adiknya, Triono, yang juga berkebun tak jauh dari lokasi.
“Selama ini mereka hanya datang saat musim panen. Sudarso memang tinggal sendiri,” ujar Husain, S.E., Peratin Sumber Alam, yang membenarkan kabar tragis ini.
Dua hari sebelum ditemukan, keberadaan Sudarso menjadi teka-teki. Ia tidak terlihat memanen atau bersuara dari gubuknya, hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan yang hanya bisa digambarkan sebagai mimpi buruk di siang bolong.
Dugaan Serangan Satwa Buas
Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kematian. Namun dugaan kuat mengarah pada serangan satwa liar yang berkeliaran di hutan TNBBS—kawasan yang dikenal sebagai rumah bagi harimau, beruang, dan satwa predator lainnya.
Tim gabungan dari pihak kepolisian, petugas TNBBS, personel TNI, dan tenaga medis dari Puskesmas Air Hitam kini tengah melakukan investigasi, visum, serta identifikasi lanjutan.
Warga Cemas, Hutan Dicap Mencekam
Tragedi ini menyisakan ketakutan. Warga dan para penggarap kebun kini dihantui bayang-bayang kematian yang datang diam-diam, tanpa peringatan.
“Ini bukan sekadar kecelakaan biasa. Kami butuh pengamanan ekstra. Nyawa kami taruhannya,” kata seorang warga yang enggan disebut namanya.
Keluarga Sudarso di Jawa Tengah telah diberitahu. Mereka berharap bagian tubuh yang ditemukan dapat segera dipulangkan untuk dimakamkan secara layak di kampung halaman.
Sementara itu, suasana di Talang Lobang berubah mencekam. Hutan yang dulu dianggap sebagai ladang penghidupan, kini berubah menjadi simbol teror yang mengintai dalam diam.(***)







Comment