Lampung Tengah — Pagi itu seharusnya biasa saja. Namun bagi Supriyadi, warga Kampung Sendang Mulyo, Rabu (14/5/2025) menjadi hari paling kelam dalam hidupnya. Ia menemukan anak laki-lakinya, JP (20), sudah tak bernyawa—tergantung di kamar yang semalam tak juga dibuka.
Sang ayah, yang awalnya hanya bermaksud membangunkan JP seperti biasa, sempat berkali-kali mengetuk pintu. Tapi tak ada jawaban. Hening. Tak ada suara dari dalam. Hingga akhirnya, dorongan naluri seorang ayah membuatnya mendobrak pintu itu… dan dunia seakan runtuh saat melihat buah hatinya tergantung diam, dingin, dan tak bernyawa.
Polsek Kalirejo yang menerima laporan dari warga segera datang ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan medis oleh Puskesmas Sendang Agung, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi menyimpulkan, kematian JP murni karena gantung diri.
Kapolsek Kalirejo, Iptu Agus Supriyadi, menyampaikan belasungkawa mendalam atas kejadian tragis ini. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyepelekan tanda-tanda depresi atau gangguan mental di lingkungan sekitar.
“Mohon lebih peka terhadap kondisi psikologis anak, saudara, atau tetangga. Jangan ragu untuk mencari bantuan ketika melihat tanda-tanda seseorang sedang tidak baik-baik saja,” imbau Kapolsek.
Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak autopsi dengan membuat surat pernyataan resmi. Jenazah JP telah dimakamkan hari itu juga, diiringi isak tangis keluarga dan kerabat.







Comment