by

Ternyata Ini yang Membuat Kakek 60 Tahun Tiba-Tiba Jadi Pembunuh Supir Travel ! Percaya ?

“Motifnya karena pelaku merasa tersinggung saat korban menyindir kondisi fisiknya yang dianggap sudah tidak perkasa lagi. Karena itu, pelaku nekat membunuh korban dengan tali tambang,” ujar Yusriandi dalam konferensi pers di Mapolsek Jati Agung, Sabtu (5/7/2025).

Kronologi kejadian dimulai saat pelaku meminta korban menepi dengan alasan ingin buang air kecil. Saat kembali ke mobil, Ujang memilih duduk di kursi belakang korban. Di sinilah rencana pembunuhan dilancarkan.

“Korban dicekik dari belakang dengan tali tambang. Korban sempat berontak, tapi akhirnya tewas di tempat,” ungkap Kapolres.

Tak berhenti di situ, pelaku kemudian mengemudikan mobil korban sendiri dan membawa jasad Arika ke bawah Jembatan Kotabaru, Jalan Terusan Ryacudu, Kecamatan Jati Agung. Jenazah dibuang begitu saja dalam kondisi luka di bagian dahi dan mengeluarkan darah dari hidung.

Warga sekitar menemukan jasad tersebut pada keesokan harinya. Identitas korban berhasil diungkap setelah polisi mencocokkan hasil autopsi dengan laporan orang hilang. Arika Arwin diketahui berasal dari Desa Sindang Marga, Kecamatan Tanjung Raja, Lampung Utara.

Usai membunuh, pelaku juga membawa kabur mobil dan harta milik korban, termasuk uang tunai Rp300 ribu dan ponsel.

Saat ini, Ujang Syafrudin telah ditangkap dan ditahan oleh kepolisian. Ia dijerat pasal pembunuhan berencana, dan terancam hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Peristiwa ini menyisakan pesan pilu: sebuah nyawa bisa melayang bukan karena dendam mendalam, tetapi hanya karena kalimat yang salah diucapkan pada orang yang salah, di waktu yang keliru.(***)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *