“Warga sebenarnya sudah mengingatkan korban agar berhati-hati. Tapi beliau tetap berjalan ke arah sungai,” kata Syafrizal kepada media.
Beberapa saat kemudian, jeritan minta tolong terdengar dari arah sungai. Spontan, warga berlarian menuju sumber suara. Mereka dibuat terpaku menyaksikan tubuh sang kakek sudah berada dalam cengkeraman buaya.
Meski warga sempat melakukan upaya penyelamatan, termasuk memukul buaya untuk melepas korban, nyawa Wasim tak dapat diselamatkan. Ia sempat dilarikan ke puskesmas, namun dinyatakan meninggal dunia.
“Korban akan dimakamkan sore ini di pekon. Kami turut berduka dan meminta masyarakat lebih waspada terhadap aktivitas di sekitar sungai,” tambah Syafrizal.
Sebuah video yang diterima redaksi dari Camat Semaka melalui WhatsApp memperlihatkan detik-detik dramatis warga berusaha menyelamatkan korban. Terlihat warga memukul permukaan sungai dan melempari buaya yang masih terlihat mengintai di permukaan air.
Warga Trauma, Pihak Berwenang Diminta Bertindak
Peristiwa ini kembali membuka luka lama masyarakat Semaka yang beberapa kali menyaksikan kemunculan buaya di Way Semaka. Warga kini berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan evakuasi atau penangkapan buaya liar yang berkeliaran di sekitar permukiman.
“Kami sudah sering melihat buaya di sungai ini. Tapi sekarang sampai makan orang. Harus ada tindakan dari dinas terkait,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi seluruh warga sekitar sungai agar selalu berhati-hati dan tidak beraktivitas sendiri di area rawan serangan satwa liar.(***)







Comment