Menurut keterangan saksi, alat yang digunakan korban diduga menyentuh kabel listrik bertegangan menengah yang tidak dilapisi pelindung. Seketika, tubuh Habibi tersentak hebat akibat sengatan arus listrik. Ia langsung dilarikan ke Rumah Sakit Secanti Gisting, namun takdir berkata lain nyawanya tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
Kapolsek Sumberejo, Iptu Ridwansyah, membenarkan kejadian tragis tersebut. “Korban meninggal karena tersengat kabel listrik terbuka. Kami telah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti,” ujarnya.
Keluarga korban, meski terpukul, menolak autopsi dan menerima kejadian itu sebagai musibah. Jenazah almarhum Habibi pun langsung dipulangkan ke rumah duka untuk dimakamkan.
Peristiwa ini menambah daftar kelam kecelakaan kerja akibat kelalaian sistem kelistrikan. Kapolsek mengimbau masyarakat lebih berhati-hati, terutama saat bekerja di dekat kabel listrik, apalagi menggunakan alat logam yang dapat menghantarkan arus.
Kini, di sudut dusun tempat Habibi tinggal, bukan hanya WiFi yang mengudara. Tapi juga doa, tangis, dan kenangan akan sosok guru yang “pergi” di tengah tugas, demi menghubungkan orang lain dengan dunia namun tak sempat berpamitan dengan dunianya sendiri. (***)







Comment