“Tidak lah, kita waktunya prioritas buat yang lain,” tegas Mirza kepada awak media, saat dikonfirmasi soal kemungkinan dirinya kembali masuk arena.
Tak berhenti sampai di situ. Pernyataan Mirza selanjutnya menjadi tamparan realitas keras bagi dunia olahraga Bumi Ruwa Jurai. Ia menegaskan bahwa tidak akan ada lagi sokongan dana APBD bagi KONI maupun cabang olahraga (cabor) di bawah naungannya.
“KONI ke depan tidak akan punya APBD. Tidak akan dikasih, hanya sekedarnya,” cetusnya lugas.
Mirza menegaskan bahwa anggaran daerah kini difokuskan penuh untuk sektor prioritas, terutama perbaikan infrastruktur jalan yang dinilai mendesak.
“APBD kita hanya prioritas untuk jalan. Mulai sekarang hibah sedikit sekali,” jelasnya.
Pernyataan itu sontak menyulut tanda tanya besar: mampukah olahraga Lampung bangkit tanpa dana pemerintah?
Dengan kondisi ini, Mirza mengingatkan bahwa siapapun yang terpilih menjadi Ketua KONI mendatang harus memiliki visi besar dan strategi jitu untuk menghidupkan olahraga tanpa ketergantungan dana negara.
“Pikir dong ketua KONI-nya,” ucap Mirza, menyiratkan tantangan terbuka bagi para calon pemimpin olahraga daerah.
Kini, masyarakat Lampung menanti siapa yang cukup berani dan visioner untuk memimpin KONI di tengah badai keterbatasan anggaran? Jawabannya akan ditentukan dalam Musda KONI 26 Juni mendatang. Drama baru pun dimulai.(***)







Comment