Pencarian dramatis itu akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 01.00 WIB, ketika seorang warga bernama Dodi menemukan sejumlah barang pribadi korban — termasuk sandal, jaket, senter, dan kopiah hitam — tercecer di sekitar sumur tua berkedalaman 12 meter.
“Barang-barang itu ditemukan di pinggir sumur yang sudah lama tidak digunakan. Kopiahnya bahkan terlihat mengapung di permukaan air,” ujar Dodi.
Warga yang panik segera berinisiatif menggunakan jangkar untuk memeriksa dasar sumur. Ketika jangkar tersangkut pada pakaian korban, warga segera menghubungi BPBD Pringsewu untuk proses evakuasi.
Evakuasi Dini Hari dan Hasil Pemeriksaan Medis
Proses evakuasi yang berlangsung menegangkan itu dimulai sekitar pukul 03.00 WIB. Jasad Sutarto akhirnya berhasil diangkat dan langsung dibawa ke Puskesmas Gadingrejo untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Gadingrejo, AKP Herman, dalam keterangannya mewakili Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra, membenarkan bahwa korban diduga kuat mengakhiri hidupnya sendiri akibat depresi yang dipicu penyakit hipertensi kronis.
“Dari hasil pemeriksaan medis, hanya ditemukan luka lecet ringan di bagian siku dan pinggul, yang diduga akibat benturan saat korban tercebur ke dalam sumur. Tidak ada tanda-tanda kekerasan,” jelas AKP Herman.
Dugaan Bunuh Diri dan Imbauan untuk Waspada Kesehatan Mental
Dari keterangan keluarga, diketahui bahwa korban sudah lama mengeluhkan penyakit hipertensi yang tak kunjung sembuh meski telah menjalani berbagai pengobatan. Hal inilah yang diduga menjadi pemicu utama korban nekat mengakhiri hidup.







Comment