“Saya kira boneka, tapi setelah didekati ternyata tubuh bocah. Saya langsung lapor polisi,” ungkap Salim dengan wajah syok.
Tim kepolisian dari Polsek Telukbetung Timur segera turun ke lokasi. Jenazah AR dievakuasi dan dibawa ke RSUD A. Dadi Tjokrodipo untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dugaan Tenggelam Saat Bermain Bersama Teman
Menurut Kapolsek Telukbetung Timur, AKP Toni Apriadi, AR sebelumnya terlihat bermain dan berenang di bawah jembatan Sungai Way Belauw bersama dua rekannya pada Kamis sore (29/5/2025) pukul 16.30 WIB.
“Korban tinggal bersama orang tua di Telukbetung Selatan, namun hari Kamis kemarin ia diantar ke rumah neneknya di Kota Karang untuk bermain bersama sepupu,” ujar AKP Toni kepada Lampungpro.co.
Saksi kunci bernama Rehan, salah satu teman bermain korban, menyebut mereka berenang bersama sebelum akhirnya AR hilang dari pandangan. Diduga kuat AR tenggelam karena tak pandai berenang dan tidak ada pengawasan orang dewasa saat kejadian.
Keluarga Tolak Autopsi, Polisi Dalami Kronologi
Pihak keluarga menyatakan menolak autopsi atas jasad AR dan mengaku ikhlas menerima musibah ini. Meski demikian, polisi tetap melakukan pendalaman terhadap keterangan saksi-saksi untuk memastikan kronologi sebenarnya.
Peristiwa tragis ini kembali menjadi peringatan keras bagi orang tua dan masyarakat agar lebih waspada terhadap aktivitas anak-anak, terutama di sekitar perairan yang berisiko.(***)







Comment