Kabar duka ini langsung menggugah hati Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Erwinto. “Kami mengirimkan doa dan harapan semoga almarhum husnul khatimah, serta seluruh amal ibadahnya diterima di sisi Allah SWT,” ungkap Erwinto dengan penuh haru pada Minggu, 25 Mei 2025.
Pemerintah pun tak tinggal diam. Kementerian Agama RI menegaskan komitmennya memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah yang meninggal dunia, termasuk penyelenggaraan badal haji dan proses klaim asuransi jiwa. Erwinto menekankan, “Negara akan hadir dalam setiap langkah untuk memastikan hak-hak keluarga almarhum terpenuhi dengan baik.”
Di tengah suasana duka ini, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Lampung, Ansori, mengeluarkan imbauan tegas. “Jemaah, terutama lansia dan mereka yang memiliki penyakit bawaan, harus disiplin menjaga kesehatan. Kunci sukses ibadah haji adalah kesehatan yang prima agar perjalanan ibadah bisa khusyuk dan lancar,” pesannya dengan penuh perhatian.
Musim haji 1446 H tahun ini mengingatkan kita semua, bahwa di balik keagungan ibadah, tersimpan pula tantangan besar. Kisah Siswanto dan saudara-saudaranya dari Lampung yang meninggal di Tanah Suci adalah pengingat betapa rapuhnya kehidupan dan betapa mulianya perjuangan menunaikan panggilan Ilahi di negeri suci.(***/bs/bp)







Comment