by

Terprovokasi Video, Perguruan Silat Mengepung Remaja, Ini Aksi Polisi Lampung Timur

Kapolres Lampung Timur AKBP Heti Patmawati langsung bertindak tegas. Perintah kilat diberikan kepada Kapolsek Purbolinggo, Iptu Irwan. Tanpa menunggu waktu, tim meluncur ke lokasi.

Apa yang mereka temukan di sana menggambarkan betapa rapuh kedamaian malam itu: sekelompok remaja berseragam perguruan silat yang langsung kocar-kacir saat melihat kedatangan petugas. Namun AA, remaja yang menjadi pusat laporan, tidak ditemukan.

Tujuh remaja berhasil diamankan. Hasil interogasi mengungkap pemicu gejolak ini: unggahan video dan suara AA yang dianggap menghina serta menantang kehormatan perguruan silat PSHT.

Polisi pun berpacu dengan waktu. Pencarian intensif membuahkan hasil: AA ditemukan di rumah salah satu pengurus PSHT di Desa Toto Harjo. Ia langsung diamankan demi mencegah situasi meluas menjadi bentrokan terbuka.

Ketegangan yang hampir meledak akhirnya diredam lewat mediasi. Dalam pertemuan yang dijaga ketat, AA menyampaikan permintaan maaf secara lisan dan tertulis kepada keluarga besar PSHT. Permintaan itu diterima. Air mata pun pecah—tak hanya dari AA, tetapi juga dari para tokoh yang hadir.

Tiga butir kesepakatan lahir dari momen itu: permintaan maaf diterima, kedua pihak sepakat damai, dan masa depan hubungan antarpemuda dijaga bersama.

Kapolres AKBP Heti Patmawati menutup insiden ini dengan pesan yang menggugah:
“Bijaklah di dunia maya, karena satu unggahan bisa membakar dunia nyata. Jangan biarkan emosi merusak masa depan kalian.”

Malam yang nyaris menjadi malam berdarah, kini jadi pelajaran berharga. (***)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *