“Sudah lama kami mengincarnya. Pelaku terlibat dalam kasus pencurian mobil warga di Kemiling. Dari hasil penyelidikan, kami temukan titik keberadaannya di perbatasan Bandar Lampung,” ujar Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, AKP Dhedi Ardi Putra, saat memberikan keterangan di RS Bhayangkara Polda Lampung.
Berbekal informasi itu, tim Unit Ranmor langsung bergerak dalam patroli malam yang mencekam, menyisir jalur menuju Hajimena dan wilayah Natar. Kecurigaan tim akhirnya mengerucut saat mereka mendapati dua mobil mencurigakan—salah satunya tengah menarik mobil lain di Jalinsum. Tanpa menunda, petugas melakukan penghadangan.
Namun situasi berubah liar. Kedua kendaraan berusaha kabur. Salah satunya berhasil dihentikan, sementara satu lainnya lolos ke dalam gelap. Di dalam mobil yang tertangkap, polisi menemukan kunci letter T menggantung—sebuah alat klasik namun mematikan dalam dunia pencurian mobil.
Ketegangan memuncak saat salah satu pelaku mengacungkan senjata api dan melepaskan tembakan ke arah petugas. Tak ada pilihan lain, polisi pun membalas dengan tindakan tegas dan terukur. Pelaku roboh diterjang timah panas dan dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
“Pelaku melakukan perlawanan bersenjata, jadi kami terpaksa mengambil tindakan tegas. Untuk identitas dan luka tembak, kami belum bisa sampaikan secara rinci karena masih dalam penyelidikan,” ujar AKP Dhedi.
Kini, tubuh pelaku berada di ruang autopsi RS Bhayangkara, sementara satu mobil pelaku dan sejumlah barang bukti telah diamankan. Perburuan terhadap rekan pelaku yang melarikan diri pun terus berlanjut.
Jalanan yang tadi malam menjadi saksi bisu keberanian aparat kini kembali tenang. Namun bagi para penegak hukum, ini bukan akhir dari cerita. Hanya babak baru dalam perjuangan panjang melawan kejahatan jalanan. (***)







Comment