by

Bayar Mahal, Impian ke Malaysia Pupus: Lima Calon PMI Lampung Timur Digagalkan di Tengah Laut

-Daerah, Provinsi-1560 Views

Di balik kisah ini terungkap jaringan gelap perekrut PMI ilegal yang memanfaatkan media sosial seperti TikTok untuk membujuk korban. Para pelaku mengenakan tarif mahal antara Rp4,5 juta hingga Rp11 juta, menjanjikan pekerjaan sebagai tukang kebun sayur-mayur di Malaysia Barat tanpa prosedur yang sah. Dalam operasi ini, dua pelaku utama — tekong dan perekrut — berhasil diamankan dan kini menjalani pemeriksaan intensif di Polda Riau.

Kepala BP2MI Provinsi Lampung, Ahmad Fauzi, mengingatkan betapa rentannya para calon PMI ini terhadap risiko eksploitasi dan perdagangan manusia. “Berangkat secara nonprosedural seperti ini bukan hanya ilegal, tapi mengancam keselamatan jiwa dan masa depan mereka,” ujarnya dengan nada serius.

Kepedulian pun mengalir dari Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, yang langsung berkoordinasi untuk memastikan proses pemulangan berjalan aman dan penuh penghormatan. Setiba di kampung halaman, kelima calon PMI disambut haru oleh keluarga, Kepala Desa Pelindung Jaya, Camat Gunung Pelindung, dan Dinas Tenaga Kerja setempat.

Ahmad Fauzi menegaskan pentingnya literasi migrasi yang kuat, terutama di wilayah rawan keberangkatan ilegal. “Kami berkomitmen memberikan pelatihan dan informasi resmi agar warga tidak tergoda jalur gelap yang membahayakan,” katanya.

Bupati Ela menambahkan pesan tegas untuk masyarakat: “Jangan terburu-buru pergi ke luar negeri tanpa persiapan matang. Siapkan fisik, mental, dan dokumen yang lengkap. Hindari calo dan gunakan jalur resmi demi perlindungan hukum dan kemanusiaan.”(**/cd/bs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *