by

Public Trust di Ujung Tanduk: Catatan Kritis Pemuda Muhammadiyah Way Kanan

Waykanan-lampung cadas.id
pada umumnya sama seperti kabuapten lainnya yang ada di Provinsi Lampung, masyarakatnya plural dengan menjalankan aktivitas seperti biasa. Petani menuju kebun atau ladang, pedagang menggelar lapak di pasar, dan anak-anak berangkat ke sekolah. Namun, di balik ketenangan itu, dunia luar bergolak.
Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat beserta sekutunya menjadi berita yang berseliweran di layar ponsel masyarakat. Sebagai Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Way Kanan, saya memandang bahwa meski tampak jauh, konflik global semacam ini tidak sepenuhnya terpisah dari kehidupan masyarakat yang ada di daerah.

Ketegangan geopolitik antara Iran vs Israel dan Amerika Serikat secara tak langsung telah mempengaruhi stabilitas ekonomi dunia. Potensi dan dampaknya lambat laun dapat terasa hingga ke Way Kanan. Ancaman yang terjadi menurut para pengamat yakni akan terjadi kenaikan dan kelangkaan BBM, kebutuhan pokok, dan biaya distribusi barang. Bagi masyarakat pedesaan yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian dan perdagangan kecil, perubahan harga sekecil apa pun dapat mempengaruhi daya beli. Ketika kondisi ekonomi menjadi tidak stabil, potensi keresahan sosial dan tindakan kriminalitas pun bisa muncul. 27/03/26

Di saat yang sama, masyarakat Way Kanan juga dihadapkan pada isu yang belakangan ini menasional terkait tambang ilegal. Polda Lampung mengamankan setidaknya 24 orang dan 14 diantaranya ditetapkan sebagai tersangka.
Tak tanggung-tanggung, menurut penghitungan APH, kerugian negara ditaksir mencapai 1, 5 triliun. Sungguh angka yang cukup fantastis. Aktivitas tambang ilegal itu menempatkan masyarakat pada situasi yang sensitif. Mulai dari konflik kepentingan, ketimpangan ekonomi, hingga kekhawatiran masyarakat terhadap dampak jangka panjang. Fenomena ini bukan sekadar persoalan ekonomi semata, tetapi menyentuh aspek lingkungan, hukum, dan keadilan sosial.

Pada persoalan lain, sejak dilantik sebagai Bupati Way Kanan pada 10 Juni 2025 lalu, Ayu Asalasiyah hingga kini belum memiliki wakil sebagai pendampingnya di eksekutif. Ketiadaan wakil bupati di Kabupaten Way Kanan hingga saat ini tentu perlu menjadi atensi bersama. Di tengah kompleksitas persoalan daerah, beban kepemimpinan yang dipikul oleh Ayu Asalasiyah, S.Ked sebagai kepala daerah menjadi semakin berat. Kehadiran wakil bupati sejatinya bukan sekadar pelengkap struktur, tetapi mitra strategis dalam mempercepat pelayanan publik, koordinasi birokrasi, serta pengambilan keputusan. Kondisi ini diharapkan segera mendapatkan solusi agar roda pemerintahan Way Kanan berjalan lebih optimal, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Way Kanan.

Dari isu global terkait perang di negara teluk, isu tambang di Way Kanan, dan kosongnya kursi wakil bupati, saya kemudian ingin menarik garis korelasi ketiga isu tersebut pada aspek kepercayaan publik (publk trust. Ketika masyarakat menghadapi potensi ancaman stabilitas ekonomi akibat dinamika global, sementara di saat yang sama muncul kasus tambang ilegal yang belum tertangani secara optimal, dan kekosongan wakil bupati maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah serta aparat penegak hukum dapat tergerus. Rasa keadilan menjadi pertaruhan. Masyarakat butuh pemimpin yang komunikatif dan kepastian perlindungan terkait pengelolaan sumber daya alam yang dikelola untuk kepentingan bersama, bukan segelintir pihak. Kepercayaan masyarakat itu mahal harganya dan merupakan fondasi penting dalam menjaga stabilitas daerah. Apabila masyarakat melihat hukum ditegakkan secara adil dan terbuka dan tata kelola pemerintahan yang ideal maka kepercayaan dan rasa aman akan tumbuh. Public trust adalah modal sosial utama dalam menjaga stabilitas daerah. Ketika masyarakat percaya pada pemerintah beserta institusi negara, maka potensi konflik dapat diminimalisir. Sebaliknya, jika kepercayaan melemah, maka ruang provokasi dan disinformasi semakin terbuka, terlebih di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Namun sebaliknya, jika muncul persepsi bahwa penanganan belum optimal, maka kepercayaan dapat menurun. Dalam situasi seperti ini, diperlukan intensitas komunikasi yang baik, langkah yang tegas, serta pendekatan yang humanis agar masyarakat tetap merasa dilindungi.

Peran masyarakat yang terorganisiir melalui ormas, baik ormas kepemudaan maupun ormas keagamaan menjadi benteng akhir penjaga public trust pada dinamika yang teradi sebagaimana diuraikan diatas. Sisa kepercayaan masyarakat yang berada d wilayah ideologi organisasi dan tokoh-tokoh keagamaan dapat menyelamatkan situasi. Berkaca dari sejarah, beberapa contoh adalah seperti yang dilakukan oleh Muhammadiyah. Pada era kolonial, akses pendidikan dan kesehatan sangat minim dilakukan oleh pemerintah. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah rendah karena kebijakan diskriminatif. Tokoh Ahmad Dahlan hadir mendirikan rumah sakit dan sekolah alternatif untuk masyarakat. Contoh lain pada saat runtuhnya pemerintahan Orde Baru, kepercayaan publik terhadap pemerintah menurun drastis akibat krisis ekonomi 1998. Di situasi itu Muhammadiyah hadir melalui jaringan Lazismu, rumah sakit yang memberikan bantuan kesehatan dan sosial kepada masyarakat terdampak. Muhammadiyah membawa kepercayaan publik yang dialihkan ke gerakan sosial masyarakat. Gerakan ini menjadi upaya konkret dalam meredam potensi konflik dan menjaga kohesi ikatan sosial.

Pada bagian akhir, meski pun di tengah dinamika global dan isu nasional yang berkembang, kita harus tetap kokoh menjaga stabilitas lokal. Muhammadiyah, khususnya Pemuda Muhammadiyah Way Kanan, akan terus berusaha memberikan peran aktif menjadi bagian dari solusi, menghadirkan gerakan dakwah yang bukan hanya ritual tapi juga gerakan sosial yang mencerahkan, serta menjaga perdamaian demi kemaslahatan bersama. Fastabiqul Khairot.Red-inaylum.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *