“Iya, betul. Kepala desa dan bendahara yang seharusnya menyusun RAPBDes, justru sibuk menyusun kartu remi—dan diduga, niat menusuk warga,” ungkap salah satu warga kepada media ini.
Meja Remi Jadi Medan Amarah
Kejadian bermula dari permainan judi yang dilangsungkan di salah satu rumah warga yang disebut-sebut sebagai “markas remi”. Menurut keterangan warga, Kades HS sempat mengucapkan kalimat sinis soal uang taruhan, yang memicu kemarahan AB. Merasa tersinggung, korban sempat pulang ke rumah dengan emosi. Namun beberapa jam kemudian, ia kembali ke lokasi dan adu mulut pun terjadi.
Pertikaian tersebut berujung pada dugaan penganiayaan berat. Korban ditusuk dengan senjata tajam di bagian perut kanan, dan meski terluka parah, AB masih sempat berjalan pulang. Keluarga yang panik langsung membawanya ke Puskesmas Peniangan. Karena kondisinya memburuk, ia dirujuk ke RS Airan, Bandar Lampung.
Polisi Turun Tangan, Publik Geram
Peristiwa ini telah ditangani oleh Polsek Marga Sekampung yang turun langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Namun, kemarahan warga belum reda. Muncul pertanyaan besar: bagaimana bisa dua pejabat aktif terlibat dalam praktik judi yang berujung pada dugaan penganiayaan?
“Ini bukan soal main remi, ini soal mental pejabat yang lupa daratan. Kades bukan raja kecil yang boleh main sajam sesuka hati,” kata salah satu tokoh masyarakat setempat.





Comment